Entri Populer

Selasa, 16 Desember 2014

Jalan yang dI Pilihkan Allah

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang hidup saya dari selesai kuliah. Biasa bagi fresh grad apalagi saya lulusan kimia pengennya kerja di pabrik besar. cukup lama saya mencari-cari tapi tetap tidak ada satupun yang nyantol. Akhirnya saya mencoba mengajar di sebuah bimbelan. Awalnya saya gak suka mengajar tapi lama kelamaan saya malah sangat menyukai dunia mengajar. Sampai saat ini pun saya mengajar di sela-sela kesibukan saya sebagai karyawati.Saat itu saya kadang mikir "salah apa gw sampe gak dapet2 kerjaan di pabrik yg gw mau". Tapi toh saya berusaha menerima dan menjalaninya saat itu.

Saya mencoba melamar lagi kemudian di terima di kantor suplier besi baja. Di sana saya hanya wanita satu2nya. Yaaahh walau gak sesuai jurusan tapi jiwa muda saya ingin mencoba rasanya bekerja di perusahaan. Ternyata tak semudah dibayangkan terlebih mrk semua laki2. Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa saya terima dan pada akhirnya saya hanya bertahan 6 bulan di sana. Tapi banyak pelajaran kehidupan yang saya ambil dari para rekan kerja saya terutama kehidupan para suami. Biasanya klo ngumpul sama ibu2 kan curhatnya semua kehidupan para istri, tapi yang ini kehidupan para suaminya. Saya selalu melakukan yang terbaik pada kerjaan saya apapun itu, ALhamdulillah saya meninggalkan kesan yang baik selama bekerja d sana. Bahkan setelah saya pindah dan ada penggantinya, si bos dan yg lainnya kadang suka manggil nama saya ke admin baru hahahaha (denger cerita dari admin baru).

Akhirnya saya berlabuh di kantor konsultan engineering, yaaaa jadi admin juga hahahaaha. sebenernya gajinya lebih kecil dr kantor suplier tapi saya berpikir saya bisa belajar lebih di tempat ini apa lg Si bos bule amrik jd bisa mempelancar bahasa inggrislaaahh. Dia juga VP perusahaan terkenal di kota sya. kemudian dia butuh engineer baru dan kebetulan tidak ada pelamar yg cocok dengan kriteria dia, masalahnya ada di bahasa siiihh. Padahal di sana ada universitas negri berfakultas teknik tapi minim bahasa inggrisnya sayang sekali.

Akhirnya dengan terpaksa dia mengangkat saya sebagai engineer karena saya bisa bahasa inggris dan nilai kalkulus saya A, Si bos bilang klo orang yg kalkulusnya bagus brrti jalan pikiran ke tekniknya bagus (woooww mimpi apa gw ya). Si bos ngasih materi tentang teknik bbuuuuaaannyyaaaaakkk bangeettttt. Saya belajar otodidak dan kadang bertanya dengan rekan engineer yang lain (Alhamdulllah di kasih rekan kerja yang baik). Susah ternyata berpindah pikiran dari kimia murni ke teknik kimia. Walau sama2 ada kimianya jaaauuuuhhhh beda. Bukan Lia namanya klo gitu aja nyerah. Dengan usaha yang keras pas saya ngasih tugas pertama dari si bos dia bilang "very-very good". Saya semakin semangat belajar lagi. Ternyata diantara semua engineer (yg lain backgroundnya teknik kimia cuma saya yang Kimia murni) Si bos paling suka kerja saya. Akhirnya setiap ada project ataupun urusan keluar negri (asia tenggara doang sih hehehe), saya lah yang ke sana.

Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah berhayal keluar negri, bekerja di bidang teknik, punya bos orang luar. Saya juga tidak prnh bermimpi untuk mrngambil S2 apalagi dibidang teknik kimia. Alhamdulillah akhirnya saya bisa meneruskan S2 di ITB. Lain kali saya akan menulis pengalaman masuk S2 Teknik Kimia ITB. Saya masuk kelas Rekayasa Process khusus untuk karyawan, jadi kulihanya cuma sabtu doang seharian. Saat ini lagi pusing2nya UAS huhuhuhu.

Dari sini saya berpikir, rencana dan jalan yang dipilihkan Allah ternyata lebih indah dari rencana yg sya buat. Asalkan kita ikhlas dan berbuat yang terbaik untuk pekerjaan qt apapun itu. Pekerjaan kita di masa lalu ternyata punya pengaruh pada pekerjaan kita saat ini.

Semoga bisa mnjadi inspirasi bagi anak2 muda yang sedang mencari pekerjaan atau yang tidak sesuai harapan dia. Tetaplah berpikiran positif atas jalan yang Allah pilihkan karena pada saatnya nanti akan menjadi jalan yang indah buat kita asalkan kita tetap berusaha menampilkan sisi terbaik didiri kita.

1 komentar: