Entri Populer

Kamis, 21 November 2019

Oh Noooo I Got Stress


Beberapa minggu ini saya dihadapkan pada stress yang berkepanjangan(september 2019 mulai bikin artikel ini). Saya belum pernah merasakan stress terlama seperti ini. Pekerjaan yang buanyaaaakkk banget, target yang buanyaaakk banget yang harus tercapai, kondisi sekitar lingkungan yang kurang, kurangnya istirahat, benar-benar membuat saya hampir mengibarkan bendera putih. Setiap saya mau ke kampus saya selalu pusing dan mual-mual, sesampai d kampus saya ga tau harus ngapain padahal saya tau banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan tapiiiii bawaannya benar-benar malas dan jadi tidak tahu apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu. Terkadangpun saya cemas melihat kerumunan mahasiswa dan takut untuk mengambil keputusan padahal dengan posisi saya saat ini seharusnya saya berani dan cepat mengambil suatu keputusan. Kondisi ini ternyata berpengaruh ke rumah, di rumah jadi gampang marah dan pengennya berdiam di kamar terus. Saya sadar ada yang salah dengan diri saya saat ini. Ini tidak seperti saya yang biasanya. Biasanya saya cepat tanggap, kerja cepat, semangat 45 tapi sekarang kebalikannya.

Banyak yang menyarankan berlibur karena kurang hiburan, Sudah dilakukan pun balik lagi seperti semula. Mual-mual kembali. Sampai-sampai raport kehadiran saya banyak alpanya hhhhhhh..... Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan sepperti ini. Inginnya siiihh yaaaa berhenti menjabat tapi apa dikata tidak dibolehkan hik...hik...hik... Saya benar-benar butuh rehat dan berhenti dari semua kegiatan kampus kecuali mengajar tentu saja. Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa orang seperti saya bisa stress tapi tidak terlihat. Ya memang kalau di kampus saya termasuk orang yang terlihat ceria, tapi itu bukan topeng loh yaaaa kalau ktmu para staf2 memang sya sukanya ngobrol sama bercanda dengan mereka tapiiiii kalau sudah dihadapakan dengan komputer dan berkas2 waaahhhh langsung bengong wkwkwkwkw.

pada akhirnya saya sudah tidak sanggup lg dan datanglah saya ke psikolog di cilegon jreng....jreng.... psikolog bukan brrti qt ada kelainan mental yaaaaaa... tapi kita membutuhkan langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah kita, jika kita tidak bisa mnyelesaikn sndiri dan butuh bantuan orang lain untuk memebrikan nasihat atau arahan. Dan jangan pula mengira yang pergi k psikolog adalah orang lemah....no....big no..... saya tidak merasa orang yang lemah, saya hanya butuh bantuan untuk mencari jalan mengatasi dan mengembalikan saya seperti semula. Diagnosa sementara yupppppp sya sedang taraf stress. Untuk memastikan di lakukan beberapa tes sehingga sya dapat menegtahui sebenarnya saya berpotensi dimana sih.... dan dengan sifat bawaan saya, saya jadi mengetahui cara mengatasi teakanan kerjaan dan stress yang saya hadapi saat ini. Well karena hasilnya belum ada jadi akan di sambung lg yaaaa....Sejujurnya memang baru kali ini saya mengalami stress yang cukup lama biasanaya saya bisa mengatasinya dan saya orang yang jarang mengalami stress. terakhir sya stress dengan gejala yang sama 11 tahun lalu tahun 2008 itu hanya berlangsung beberapa hari, tapi yang ini sudah 1 bulan lebih ko yaaaa ngga sembuh-sembuh......

Well.....well... akhirnya hasil tes itu keluaarrr ga sabarrr. Hasil tes pertama adalaahh IQ, IQ saya 121 masuk golongan superior waaaaawww saya sudah menyangkanya...hahahhaa ngga ding saya juga kaget padahal saya tidak pinter-pinter banget loh. Liat-liat di mbah google katanya sih IQ 120-129 termasuk superior. "Orang-orang yang memiliki tingkatan IQ ini termasuk dalam orang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata". IQ 90-109 merupakan IQ tingkatan normal "Orang-orang yang memiliki tingkatan IQ yang satu ini sudah memiliki tingkat kecerdasan yang normal, tanpa ada kekurangan sedikit pun." Bisa googling lah ya tentang klasifikasi IQ. Terusss dari hasil kepribadian kata hasil tes mah saya cukup menyenangkan (cukuppp.....), mampu bersikap kooperatif saat kerja kelompok intinya maaahhh saya sedikit ekstrovert cenah. Lebih tepat Ambivert mereun yaaaaa. Balik lagiiii kenapa saya bisa menjadi stress mungkin salah satunya kata hasil tes lagi saya suka pekerjaan praktis dan diluar ruangan. Tapi itu bener siiihhh saat sya mengerjakan yg butuh konsentrasi tinggi saya tidak suka kerja di dalam kotak saya (ruangan kerja). Saya lebih suka duduk negrjain di ruangan staff yang lebih terbuka, ide2 itu langsung mengalir pemirsaaahhh.

Kalau dipikir-[ikir saya ini telat loh tes psikotes mandiri, jadi telat mengetahui potensi diri gitu. Biaya psikotes standar sih 300rbu itu sudah sama konsul ke psikolognya. Psikolognya sndiri sih di sarankan saya untuk keluar dari struktural. Setelah mencoba loby sana-sini daaaaann gagal pemirsaaahhh. Mereka ga bisa jauh-jauh dari saya sepertinya hahahahhaha pissss pa.

Saya harus mengelola stress ini, Berjalannya waktu kegiatan saya berkurang. 2019 kemarin itu memangbenar-benar gilaaa banget kegiatan (kegiatan prodi, ngajar, penelitian hibah, proyek banyak) dan sebenarnya memang ada permasalahan besar banget masa itu yang menyangkut lingkungan kerja yang lumayan menyita otak tenaga dan perhatian. Saat ini (februari 2020)sudah smakin bisa mengatasi stress, mengelola kegiatan. Semoga kedepannya saya bisa mengelola semua dengan baik Cayoooooo Liaaa

Jumat, 25 Oktober 2019

Graduate


Hari ini tadinya saya mau bikin ppt buat ngajar tp ko yaaa malesnya kelewatan. So akhirnya saya bikin blogspot lagi aja dehhh. Sebulan ini saya bener2 kejar2an dateline. Dateline proyek dari sibos, dateline penelitian, bikin 3 artikel prosiding, dateline ngelulusin mahasiswa. Graduate anak2 sebenarnya sudah sering saya laluin, berbagai sidang, berbagai wisuda sudah biasa sebenarnya. Apa yang istimewa kali ini? sebenarnya teh sama seperti yang lain tapi bagi saya ini rekor meluluskan mahasswa teknik kimia tepat waktu terbanyak, 4 tahuuunnn passs. Pas akreditasi sbnrnya ada banyak juga 4 tahun 3 bulan. Tapi tahun ini istimewa krn saya mnjadi optimis kalau tahun depan akan bisa lebih banyak meluluskan mhsswa tepat waktu kembali. Kelulusan kali ini saya bisa membuktikan beberapa hal, jadi yang lulus2 ini banyak anak2 himpunan dimana mereka bisa membuktikan kalau anak himpunan bisa lulus cepat oh ya mantan ketua dan wakil ketua himpunannya termasuk salah satu yang lulus tepat waktu kali ini proud of u gaes..... Pembuktian berikutnya walau bukan saya dospemnya tetapi banyak yang lulus tepat waktu di pegang dospem lain. Tahun lalu yg lulus tepat waktu hanya 2 anak dan itu pegangan saya semua, Sya tidak ingin ada yang beranggapan kalau dipegang saya jadi cepat lulus, padahal itu usaha mereka juga. Pembuktian lainnya tapi yang ini masih saya kaji lagi siiihh hahahha, memasangkan kelompok (kalau tekim skripsinya kelompok ad 3 orang) yang pintar dengan yang kurang tapi rajin efektif untuk menaikkan performa kelompok. hanya beberapa kelompok yang tidak berhasil itu mungkin disbabkan kejenuhan mahasiswa tsbt. Waaahh bisa jadi penelitian fisip iniiii wkwkwkwkkw...



Saya kenal anak2 ini baru 1 tahun sepertinya karena memang saya belum lama menjadi dosen, saya mengajar mereka hnya 1 smster yaitu di smster 8. Menyenangkan mengajar angkatan mrka, kadang saya suka menyesal tidak mengajar mereka smster2 yang lain. Sebenarnya ada yang saya sesalkan di angkatan mereka yaitu memberikan dosen yang tidak berkompeten untuk mereka. Dosen LB tapi memegang MK yang sangat penting. Itu yang saya sesalkan. Karena itulah saya berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka, walau berdebat dengan biro dan dosen lain untuk mereka bisa wisuda tentu saja bagi mrka yang sudah layak sidang.

Ngga lelah buuuu?, tentu saja lelah, tanpa sekretaris prodi, waktu yang bertepatan dengan kegiatan yang lain. Sejujurnya saya lagi stress2nya saat itu. Tingkat sensitifitas saya jadi naik, kadang hal kecil jadi bikin naik darah hahhahaa. Tapiiii saya lega...lega banget, puas banget dan pada akhirnya saya bisa meninggalkan prodi dengan bahagia. Iya meninggalkan struktural yang 3 tahun ini saya jalani. Whyyyyy..... banyak yang bertanya, saya ingin mengembangkan diri, salahkah?Saya ingin melanglang buana seperti dulu lagi. Ditengah2 perjalanan sidang sibos mengajak ke kuwait dan bahrain melihat proyek yang kita jalankan tentu saja butuh setidaknya 1-2 minggu, akhirnya saya mnta untuk tidak ikut. Hal-hal seperti itu maksud saya. Bahkan sampai sibos berkali-kali nelpon agar saya bisa kerja fulltime lg dngn dia, Saya kalau lagi khilaf udah iyain aja hahahhaa tentu saja dengan gaji yang jauh lebih besar belum lagi kalau ada proyek2 manusia biasa pun akan berpikir untuk mengebulkan dapurnya. Taapiiii yaahh itulah saya yah, apa saya bodoh atau bgmn ya saya msih memilih mengajar dan ngurus prodi. Entah nnti di masa depan saya menyesal atau bagaimana. Meninggalkan prodi 3 haripun kepikiran banyak yang nanya entah dari mhsswa ataupun rapat2 dengan biro lain.

Yah begitulahhhh pemirsaaahhh. Saya jalanin saja hidup ini, brpikir semoga diganti dengan pahala saja sudah membuat saya ikhlas dan tetap semngat lah yaaa. begitulah cerita saya kalih ini. Ini entah cerita atau curcol sama aja yaaaa hahahahha.

Sabtu, 07 September 2019

sepanjang 2019


KEmbali menulis blog untuk sekian lama. Ini gegara saya harus menulis artikel jurnal yang ALhamdulillah yaaaaa banyak sekali sampai bikin pening kepala. Pertengahan tahun 2019 bulan september benar-benar tidak terasa begitu cepatnyaaaaahhh berlalu. Sesuai tekad saya d akhir tahun 2018 kalau saya harus POSITIVE IN 2019 yaaaappp saya benar-benar melakukannya. Saya berani meminta maaf kepada orang yang saya tnpa sengaja melukai perasaannya, saya berteman dgn beliau, saya lebih mendekatkan diri dengan para personel di lingkungan kerja saya, saya mendapatkan hibah penelitian, banyak kegiatan yang Alhamdulillah semakin membuat saya berkembang,mencoba untuk tidak egois, mencoba mengabaikan orang2 yang pernah melukai persaan saya, bekerja dengan lebih giat dan banyak lagi. Tahun ini sebenarnya bisa dikatakan tahun bersejarah bagi saya.

Banyaaaakkk bgt kejadian dari awal tahun sampai bulan ini yang membuat saya suprise. di awal tahun memang bulan-bulan yang penuh pukulan buat saya, bulan menyebalkan tapi ternyata tidak semua menyebalkan. ada kebahagiaan di sana dimana saya mendapat hibah penelitian pertama saya dari dikti. Alhamdulillah. Bulan-bulan selanjutnya adalah bulan dimana saya bekerja keras untuk tetap fokus akan target saya. Saya melihat banyak kelemahan orang lain, melihat penurunan, kenaikan jabatan, kedengkian, hasutan,sisi lemah seseorang. Sampai saya menjadi bersyukur bahwa memang bukan menjadi takdir saya.

Ada 3 bulan lagi sampai pergantian tahun. sampai saat ini saya masih menunggu, berdoa, bersabar semoga suatu saat doa-doa ini di jabah Allah. Benar bgt kalau Allah sebaik-baiknya pembuat skenario kehidupan. I love my Life

Minggu, 20 Januari 2019

Welcome 2019


Yeeeaayyyy 2019 datang......Alhamdulillah melewati tahun 2018 yang sedikit suram, dimana banyak sekali kesalah pahaman dan kekecewaan. Berharap di 2019 ini saya menemukan kebahagiaan saya sendiri, memaafkan semua yang terjadi, berlapang dada, mengikhlaskan, melepaskan, dan memperbaiki kesalaahn saat tahun lalu. Selalu terngiang di telinga "BE POSITIVE IN 2019" karena semua kaan kembali kepada kita. Awal tahun 2019 sudah menjadi tahun bersejarah bagi saya, dimana saya memutuskan mencari kebahagiaan saya kembali, melupakan semua hubungan yang lalu, menatap masa depan. Entah apapun yang akan terjadi nanti, saya tidak akan kembali ke masa lalu. Bagi saya semua itu sudah tutup buku. Well awal tahun ini sebenarnya saya berniat ke psikolog, eh bukan berarti saya rada-rada tapi saya ingin megeluarkan semua muanya masa lalu saya agar lega semua ini. Tapi ternyata psikolog sebenarnya adalah Allah, cukuplah Allah bagi saya. Mungkin saya membutuhkan psikolog lagi tapi untuk saat ini sepertinya tidaaakkk.

Tahun 2019 ini saya tatap dengan sangat optimis, saya mempunyai banyak target, saya mempunyai banyak dukungan dari sahabat dan keluarga. Jika ada yang bilang saat SMA kau akan menemukan sahabat sejatimu, itu sangat benar sekali. Kami bersahabat berarti sudah hampir 20 tahun MasyaAllah. Dan mereka selalu...selalu...mengingatkan saya akan kebaikan. My very-very bestfriends thanks to them. Keluarga...tentu saja tidak ada yang lebih berharga daripada keluarga sendiri. Ya karena merekalah saya yakin sangat optimis bangkit kembali, positive kembali, semangat menemukan kebahagiaan saya sendiri. Satu lagi tentu saja Allah, saya akan kuat menghadapi semuanya karena Allah. Saya sadar semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah, karena itulah saya tenang.

Saya berdoa untuk kebahagiaan mereka, saya berdoa untuk ketenangan mereka, saya berdoa untuk kebaikan mereka. Saya berdoa untuk semua. SO welcome to 2019, be positive, be you, be honest, and find your happines.