Entri Populer

Selasa, 25 Februari 2020

Process Engineer


Entry kali ini sya mau menceritakan tentang pekerjaan sya 1 lg (selain tukang cuci sama ngajar) yaitu "process engineer" selanjutnya d singkat PE yaaaa. Sya menjadi PE dari tahun 2010 pindah dari kantor suplier ke konsultan engineering. PE merupakan salah satu karir dari orang teknik kimia. Karena saya bekerja di kantor konsultan (dulu nya, sekarang sih masih tapi part time kalo ada proyek saja), sya hanya membahas tugas PE non pabrik ya tapi mungkin sama kali yaaa ngutak-ngatik komputer. Skill yang harus dimiliki PE teknik kimia adalah software keteknikan semacam HYSYS, PROII, UNISIM, ASPEN, FLUIDA DYNAMIC dan teman-temannya. Skill yang lain kemampuan mendesain peralatan proses seperti kolom destilasi, separator, dan juga tempat penyimpanan bahan serta alat-alat transportasi bahan. Skill apa lagi yaaaa....oh yaa harus bisa membuat /membaca P&ID (anak teknik pasti taulah P&ID apaan). Anak teknik kimia kalau mau ngasah pengalaman dan jiwa PE nya tempat paling tepat di perusahaan EPC (Engineering Procurement and Construction). Bisa googling ssendirilah ya apa itu Perusahaan EPC. Banyaknya dan beragamnya proyek-proyek di perusahaan EPC bisa mengasah kemampuan teknik banget. Kantor sya yang dulu masuknya ke perusahaan FEED (Front-End Engineering Design)jadi sebatas desain tidak konstruksi, konstruksinya sendiri si bos kerja sama dengan temannya yang punya perusahaan konstruksi. Selain proyek-proyek kantor yang dulu juga mengadakan training-training, ini si bos langsung yang pematerinya.

Sya lupa sudah berapa proyek yang dikerjakan karena laptop ganti jd bnyak file proyek masih tersimpan d laptop lama. Kalau tidak ada proyek kami menegrjakan Engineering Design Guideline (EDG). EDG ini semacam petunjuk alat tertentu dibahas sampai detail lalu ada perhitungannya dalam excel. EDG tertentu di buat aplikasi kalkulatornya sama si bos. Jadi desain2 proyek kami berdasarkan perhitungan di excel terxebut. Semacam ini excelnya


KAlau proyek sendiri yang sering saya kerjakan step-stepnya:

1. Dapat informasi proses operasi dari klien seperti senyawa/bahan kimianya, sifat fisik dan kimianya, laju masuknya, kondisi operasi alat yang di desain. Biasanya hanya itu yang saya dapatkan kalau si bos nyuruh desain alat

2. LAngsung menujuuuu simulator. Biasanya kami memakai PROII. Di indonesia banyak yang memakai HYSYS atau ASPEN. Kalau PROII lebih mudah digunakan mungkin karena saya biasa pakai PROII kali ya. ini penampakanny



3. DAri simulator qt bisa dapat semua profil alirannya. Berdasarkan data lairan tersebutlah di desain alatnya. Biasanya kami memakai kalkulator kami sendiri tentu saja sudah berdasarkan standar. Beberapa standard yang biasa di pakai ada API, ASME, ANSI, ASTM. Bisa di googling saja beda-bedanya. Dari desain alat di tabulasikan ke "Data Sheet". Semua alat-alat baik pompa, heat exchanger, line, valve dan printilan-printilannya harus ada data sheetnya. Jadi kebayang 1 proyek yang terdiri dari 4 alat utama saja data sheet yang harus saya buat diatas 20 data sheet. Seperti ini penampaknnya Data Sheet



4. Membuaaat P&ID. Sebenarnya pembuatan P&ID bersamaan dengan penggunaan simulator (step ke-2). Simbol-simbol P&ID juga ada standardnya. semua instrumen/control harus lengkap. Pertama kali bikin P&ID juga saya bingung kenapa harus begini tapi lama-lama sudah terbiasa jadi mengerti sendiri ko. Ini contoh P&ID yang masih mentah ya (kapan matengnya ya hahaha).


Setelah itu baru deehh kerjasama dengan bagian yang lain dari orang-orang mechanical engineer niii. Biasanya si bos yang kelapangan untuk comissioning-nya. Naaaaahh seperti itu gambaran kerjaan PE di kantor sya dulu. Kalau di pabrikk ummmmm beda ga ya? belum nanya teman saya sih. Bagi anak teknik kimia yang mau jadi PE sekarang tau lah ya minimal skill yang dibutuhkaaannn. BTW sebenarnya sya lagi ngerjain "Troubleshooting" tapi karna bosen malah nyasar nge-blog daaahh. Cayooooo belajarnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar