Gak kerasa tahun 2015 udah bulan oktober aja. Tahun ini tahun yang sulit dari tahun-tahun kemaren, sebelas duabelas sama tahun 2008. Seperti siklus. Tahun 2015 ini banyak hal yang terjadi dan berubah sangat cepat. Yang sebelumnya penuh keteraturan menjadi tidak teratur, sebelumnya bersama menjadi terpisah sejenak, sebelumnya berlebih menjadi cukuplah. Seperti itulah siklus, tetapi saya mencoba menikmatinya dan menghadapinya. Bulan-bulan pertama 2015 menjadi bulan membosankan dimana rutinitas sebatas ruang saja. Dari pagi sampai sore hari. Karena rutinitas itulah sejak akhir 2014 saya memutuskan mengurangi jam mengajar saya di bimbelan sebagai part timer karena terlalu letih. Tetapi ternyata saya tidak bahagia, saya menemukan kesenangan ketika saya bertemu anak-anak tetapi karena tubuh yang terlalu lelah tidak memungkinkan saya untuk lama bekerja part time.
Bulan-bulan berikutnya saya sudah jenuh dengan rutinitas tersebut hasilnya kerjaan pun jadi imbasnya. Yang seharusnya bisa selesai 3 minggu bisa jadi 1 bulan lebih. Mungkin sibos menyadari hal tersebut yang pada akhirnya memutuskan saya untuk tidak bekerja kembali. Hal tersebut memang sedikit membuat saya sedih tetapi saya termasuk orang yang optimis, mungkin memang ini jalan yang Allah tentukan. Yang paling membuat saya merasa 2015 tahun sulit adalah kesehatan ibu. Semakin hari kesehatan ibu semakin menurun. Yang hanya sakit kaki entah kenapa semakin lama semakin tidak bisa berjalan bahkan bangun saja sulit.
Waktu menjadi kebalik untuk ibu. Pagi menjadi malam saat malam menjadi pagi. Karena urusan kerja saya jadi terbatas membawa ibu berobat. Alhasilnya kesehatan ibu semakin menurun. Setelah saya tidak bekerja akhirnya saya bisa membawa ibu berobat. Semua pemeriksaan kami lalui dan ibu terkena Herniasi Nucleus Pulposis atau umunya saraf kejepit. Karena telatnya ditangani dari awal kena hasilnya berakibat buruk untuk ibu. Sampai beliau tidak bisa berjalan dan selalu kesakitan. Kami sekeluarga memutuskan mengobati ibu ke Cilacap. Sampai saat inipun ibu belum sembuh benar. Hanya saja kesehatannya berangsur pulih walau belum bisa jalan bahkan bangun sendiri.
Biaya pengobatan tentu saja menjadi pemikiran kami sekeluarga. Tidak adanya ibu membuat rumah kami terasa hilang. Tidak ada lagi teriakan ibu, masakan ibu, ocehan ibu. Saya dan kaka saya harus benar-benar mandiri sekarang. Rumah sedikit berantakan sih sepeninggal ibu. Tidak kerasa 3 bulan sudah ibu pergi, tentu saja kami sangat merindukan beliau. Kadang kami terus berpikir apakah ibu benar-benar tidak bisa jalan kembali, kemana lagi kami harus membawa beliau. Itulah yang membuat saya merasa tahun ini sedikit sulit. Tapi saya percaya semua ini menjadikan kami sekeluarga kuat terutama saya. Ada hikmah di balik semua ini.
Balik lagi ke pekerjaan, saya tidak terlalu khawatir soal pekerjaan karena saya termasuk orang yang kreatif caileeehhhh. memuji diri sendiri. Saya masih bisa mengajar ya walaupun penghasilannya jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Saya memutuskan mengejar cita-cita saya dahulu membuat laundry. Sejak dulu saya ingin sekali usaha laundry, so dengan nekat saya akhirnya membuka laundry. Awal-awal saya yang mengerjakan karena belum menemukan pegawai. Tapi tidak masalah karena memang saya hobi mencuci tapi tidak hobi menyetrika hahahhaa. Akhirnya saya mendapatkan 1 orang pegawai dan Alhamdulillah dia sangat rajin dan jujur.
Minggu-minggu awal buka, hanya sedikit yang masuk paling 3-5 kg. Ya saya sudah memperkirakan karena baru awal. Tapi Alhamdulillah berjalan waktu semakin ramai. Bulan kedua pemasukan sudah bisa menutupi gaji pegawai. Saya memutuskan membuka cabang kedua dan ketiga karena memang lagi semangat-semangatnya wiraswasta. Saya menemukan tempat yang ideal dan ternyata tidak meleset. Cabang yang saya buka minggu pertama saja sudah ramai bahkan penghasilannya menyamai cabang pertama. Namanya juga usaha kadang ada waktu ramai kadang ada waktunya sepi tapi saya tetap optimis. Berwiraswasta memang butuh kesabaran, tidak langsung untung begitu saja, bahkan butuh ekstra kerja keras dibanding kerja kantoran. Tetapi membuat saya lebih senang dan sehat. Setiap pagi saya keliling melihat-lihat cabang apa yang kurang, jika tidak ada hal yang butuh perhatian saya bisa bersantai dirumah.
Yang paling menyita waktu adalah saat membangun usaha tetapi jika sudah berjalan tidak begitu sibuk, saya hanya melihat kerjaan pegawai. Untuk memulai berwiraswasta harus fokus, saat mau memulai, saya mendapat telpon wawancara sebagai dosen di universitas swasta, tetapi karena letaknya jauh dan saya baru memulai usaha dengan yakin saya menolaknya, bukan belagu juga sih karena saya belum lulus kuliah juga dan masuk masa-masa thesis jadinya dengan berat saya memutuskan menunda dulu menjadi dosen. Kefokusan sayaa terbayar juga dengan berkembangnya usaha laundry. Allah benar-benar memberikan skenario terbaik untuk umatNya.
Allah memberikan ujian kepada umatNya sesuai dengan kemampuan umatNya. Kata seseorang, jika Allah mencintai seorang umatNya, Dia akan memberikan ujian kepada orang tersebut untuk naik kelas. Atau Jika Allah masih mencintai seorang umatNya dan orang tsbt berkurang imannya, Dia akan memberikan ujian kepadanya agar ingat kembali kepadaNya. Allah sebaik-baiknya pembuat skenario.
Well, manusia hidup tanpa tujun tuh kayaknya hidupnya basi menurut saya. Ini hanyalah satu dari sekian tujuan hidup saya. Ya yang utama pastilah sebagai kafilah di dunia ini dan mencari ridho-Nya. Saya sudah merencanakan kembali, saya mau kemana setelah ini. Hal ini yang membuat saya selalu bersemangat menjalani aktifitas saya di tahun ini. Tapi kembali lagi, kita memang merencanakan hidup kita tetapi rencana Allah lah sebaik-baiknya rencana untuk umat-Nya. Jadi, bagi yang saat ini ada dalam masa sulit, semoga tulisan ini menjadi penyemangat bangkit lagi. So, keep fighting!!!!
Entri Populer
-
hari ini sebenarnya saya mau bikin proposal penelitian untuk d submit di simlitabmas tapi tiba-tiba yang kebuka blogger wkwkwkwk. Tiba-tiba ...
-
Entry kali ini sya mau menceritakan tentang pekerjaan sya 1 lg (selain tukang cuci sama ngajar) yaitu "process engineer" selanju...
-
Entry ini saya mau menceritakan seluk beluk usaha laundry sendiriii yeaayyy..yeaaayy... saya paling semangat kalau cerita soal wiraswasta....
-
Postingan kali ini saya akan memperkenalkan keluarga saya yang sangat berharga. cekidot.... 1. Of course me.....this is me Kata teman...
-
Postingan kali ini tentang kelas pertama saya sebagai dosen jurusan teknik kimia. Deg-degan juga sebenarnya pas pertama ngajar padahal saya ...
-
Kali ini saya akan share pengalaman mendaftar magister teknik kimia ITB. Nggak kerasa udah 1 semester saya kuliah lagi yeaaaayyyy. Saat ini ...
-
Muka saya dulu bisa di bilang muka badak, jarang jerawatan. Seingatan saya mulai bermasalah di jerawat saat sya coba pakai cream racikan o...
-
Hari ini tadinya saya mau bikin ppt buat ngajar tp ko yaaa malesnya kelewatan. So akhirnya saya bikin blogspot lagi aja dehhh. Sebulan ini...
-
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang hidup saya dari selesai kuliah. Biasa bagi fresh grad apalagi saya lulusan kimia pengennya ker...
-
Karena keterbatasan pergaulan saya mungkin ya jadi tulisan ini tidak menjadi acuan apa sih yg ada di otak pria. Saya pernah bekerja di salah...