Gak kerasa tahun 2015 udah bulan oktober aja. Tahun ini tahun yang sulit dari tahun-tahun kemaren, sebelas duabelas sama tahun 2008. Seperti siklus. Tahun 2015 ini banyak hal yang terjadi dan berubah sangat cepat. Yang sebelumnya penuh keteraturan menjadi tidak teratur, sebelumnya bersama menjadi terpisah sejenak, sebelumnya berlebih menjadi cukuplah. Seperti itulah siklus, tetapi saya mencoba menikmatinya dan menghadapinya. Bulan-bulan pertama 2015 menjadi bulan membosankan dimana rutinitas sebatas ruang saja. Dari pagi sampai sore hari. Karena rutinitas itulah sejak akhir 2014 saya memutuskan mengurangi jam mengajar saya di bimbelan sebagai part timer karena terlalu letih. Tetapi ternyata saya tidak bahagia, saya menemukan kesenangan ketika saya bertemu anak-anak tetapi karena tubuh yang terlalu lelah tidak memungkinkan saya untuk lama bekerja part time.
Bulan-bulan berikutnya saya sudah jenuh dengan rutinitas tersebut hasilnya kerjaan pun jadi imbasnya. Yang seharusnya bisa selesai 3 minggu bisa jadi 1 bulan lebih. Mungkin sibos menyadari hal tersebut yang pada akhirnya memutuskan saya untuk tidak bekerja kembali. Hal tersebut memang sedikit membuat saya sedih tetapi saya termasuk orang yang optimis, mungkin memang ini jalan yang Allah tentukan. Yang paling membuat saya merasa 2015 tahun sulit adalah kesehatan ibu. Semakin hari kesehatan ibu semakin menurun. Yang hanya sakit kaki entah kenapa semakin lama semakin tidak bisa berjalan bahkan bangun saja sulit.
Waktu menjadi kebalik untuk ibu. Pagi menjadi malam saat malam menjadi pagi. Karena urusan kerja saya jadi terbatas membawa ibu berobat. Alhasilnya kesehatan ibu semakin menurun. Setelah saya tidak bekerja akhirnya saya bisa membawa ibu berobat. Semua pemeriksaan kami lalui dan ibu terkena Herniasi Nucleus Pulposis atau umunya saraf kejepit. Karena telatnya ditangani dari awal kena hasilnya berakibat buruk untuk ibu. Sampai beliau tidak bisa berjalan dan selalu kesakitan. Kami sekeluarga memutuskan mengobati ibu ke Cilacap. Sampai saat inipun ibu belum sembuh benar. Hanya saja kesehatannya berangsur pulih walau belum bisa jalan bahkan bangun sendiri.
Biaya pengobatan tentu saja menjadi pemikiran kami sekeluarga. Tidak adanya ibu membuat rumah kami terasa hilang. Tidak ada lagi teriakan ibu, masakan ibu, ocehan ibu. Saya dan kaka saya harus benar-benar mandiri sekarang. Rumah sedikit berantakan sih sepeninggal ibu. Tidak kerasa 3 bulan sudah ibu pergi, tentu saja kami sangat merindukan beliau. Kadang kami terus berpikir apakah ibu benar-benar tidak bisa jalan kembali, kemana lagi kami harus membawa beliau. Itulah yang membuat saya merasa tahun ini sedikit sulit. Tapi saya percaya semua ini menjadikan kami sekeluarga kuat terutama saya. Ada hikmah di balik semua ini.
Balik lagi ke pekerjaan, saya tidak terlalu khawatir soal pekerjaan karena saya termasuk orang yang kreatif caileeehhhh. memuji diri sendiri. Saya masih bisa mengajar ya walaupun penghasilannya jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Saya memutuskan mengejar cita-cita saya dahulu membuat laundry. Sejak dulu saya ingin sekali usaha laundry, so dengan nekat saya akhirnya membuka laundry. Awal-awal saya yang mengerjakan karena belum menemukan pegawai. Tapi tidak masalah karena memang saya hobi mencuci tapi tidak hobi menyetrika hahahhaa. Akhirnya saya mendapatkan 1 orang pegawai dan Alhamdulillah dia sangat rajin dan jujur.
Minggu-minggu awal buka, hanya sedikit yang masuk paling 3-5 kg. Ya saya sudah memperkirakan karena baru awal. Tapi Alhamdulillah berjalan waktu semakin ramai. Bulan kedua pemasukan sudah bisa menutupi gaji pegawai. Saya memutuskan membuka cabang kedua dan ketiga karena memang lagi semangat-semangatnya wiraswasta. Saya menemukan tempat yang ideal dan ternyata tidak meleset. Cabang yang saya buka minggu pertama saja sudah ramai bahkan penghasilannya menyamai cabang pertama. Namanya juga usaha kadang ada waktu ramai kadang ada waktunya sepi tapi saya tetap optimis. Berwiraswasta memang butuh kesabaran, tidak langsung untung begitu saja, bahkan butuh ekstra kerja keras dibanding kerja kantoran. Tetapi membuat saya lebih senang dan sehat. Setiap pagi saya keliling melihat-lihat cabang apa yang kurang, jika tidak ada hal yang butuh perhatian saya bisa bersantai dirumah.
Yang paling menyita waktu adalah saat membangun usaha tetapi jika sudah berjalan tidak begitu sibuk, saya hanya melihat kerjaan pegawai. Untuk memulai berwiraswasta harus fokus, saat mau memulai, saya mendapat telpon wawancara sebagai dosen di universitas swasta, tetapi karena letaknya jauh dan saya baru memulai usaha dengan yakin saya menolaknya, bukan belagu juga sih karena saya belum lulus kuliah juga dan masuk masa-masa thesis jadinya dengan berat saya memutuskan menunda dulu menjadi dosen. Kefokusan sayaa terbayar juga dengan berkembangnya usaha laundry. Allah benar-benar memberikan skenario terbaik untuk umatNya.
Allah memberikan ujian kepada umatNya sesuai dengan kemampuan umatNya. Kata seseorang, jika Allah mencintai seorang umatNya, Dia akan memberikan ujian kepada orang tersebut untuk naik kelas. Atau Jika Allah masih mencintai seorang umatNya dan orang tsbt berkurang imannya, Dia akan memberikan ujian kepadanya agar ingat kembali kepadaNya. Allah sebaik-baiknya pembuat skenario.
Well, manusia hidup tanpa tujun tuh kayaknya hidupnya basi menurut saya. Ini hanyalah satu dari sekian tujuan hidup saya. Ya yang utama pastilah sebagai kafilah di dunia ini dan mencari ridho-Nya. Saya sudah merencanakan kembali, saya mau kemana setelah ini. Hal ini yang membuat saya selalu bersemangat menjalani aktifitas saya di tahun ini. Tapi kembali lagi, kita memang merencanakan hidup kita tetapi rencana Allah lah sebaik-baiknya rencana untuk umat-Nya. Jadi, bagi yang saat ini ada dalam masa sulit, semoga tulisan ini menjadi penyemangat bangkit lagi. So, keep fighting!!!!
Entri Populer
-
hari ini sebenarnya saya mau bikin proposal penelitian untuk d submit di simlitabmas tapi tiba-tiba yang kebuka blogger wkwkwkwk. Tiba-tiba ...
-
Entry kali ini sya mau menceritakan tentang pekerjaan sya 1 lg (selain tukang cuci sama ngajar) yaitu "process engineer" selanju...
-
Entry ini saya mau menceritakan seluk beluk usaha laundry sendiriii yeaayyy..yeaaayy... saya paling semangat kalau cerita soal wiraswasta....
-
Postingan kali ini saya akan memperkenalkan keluarga saya yang sangat berharga. cekidot.... 1. Of course me.....this is me Kata teman...
-
Postingan kali ini tentang kelas pertama saya sebagai dosen jurusan teknik kimia. Deg-degan juga sebenarnya pas pertama ngajar padahal saya ...
-
Kali ini saya akan share pengalaman mendaftar magister teknik kimia ITB. Nggak kerasa udah 1 semester saya kuliah lagi yeaaaayyyy. Saat ini ...
-
Muka saya dulu bisa di bilang muka badak, jarang jerawatan. Seingatan saya mulai bermasalah di jerawat saat sya coba pakai cream racikan o...
-
Hari ini tadinya saya mau bikin ppt buat ngajar tp ko yaaa malesnya kelewatan. So akhirnya saya bikin blogspot lagi aja dehhh. Sebulan ini...
-
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang hidup saya dari selesai kuliah. Biasa bagi fresh grad apalagi saya lulusan kimia pengennya ker...
-
Karena keterbatasan pergaulan saya mungkin ya jadi tulisan ini tidak menjadi acuan apa sih yg ada di otak pria. Saya pernah bekerja di salah...
Rabu, 21 Oktober 2015
Minggu, 24 Mei 2015
Teman yang Berubah
Baru-baru ini saya harus keluar kota karena ada panggilan kerja, ceritanya mau nyoba-nyoba kerja baru lagi. Karena panggilan kerja secara berurutan daaaannn pada saat saya boke beraaaattt, gajian beberapa hari lagi hik...hik....akhirnya saya menginap di tempat teman lama. Dahulu saya sangat dekat dengannya, dia sangat baik, selalu tersenyum dan ramah. Begitu pula ketika saya sudah lulus kuliah dan kami masing-masing terpisah kembali ke kota asal, dia masih seperti dulu baik dan ramah. Tapiiiii kali ini mengapa jadi lain ya, perasaan saya sih begitu.
Setelah selesai test, saya menunggu dia menjemput sampai magrib. Akhirnya dia menlpon sedang menunggu di gerbang depan. Karena sudah lama tidak bertemu, saya sangat senang sekali dong ketemu dengan wajah yang ceria padahal saya sedang sakit. Saya menyapa dia sama seperti dulu, dengan gaya ceria saya. Tapiiiii....dia biasa saja bahkan terlihat tidak antusias. Heeemmmm mungkin dia cape habis pulang kerja dan menjemput saya dimana letak rumahnya sedikit berlawanan arah dengan tempat saya dijemput. Sepanjang jalan dia tidak berbicara atau menanyakan kabar saya. Hemmmm okelah mungkin dia lelah.
Sampailah kami dirumah dia. keluarganya sudah menunggu karena mereka akan pergi dengan motor yang kami pakai. Ibu bapaknya menyambut saya seperti biasa dengan tangn terbuka dan senyum tulus. Ya, saya memang sudah mengenal keluarganya. Ibunya menawarkan makan tetapi karena saya sudah lelah dan sudah makan saya menolak secara halus. Merka pun pergi, tadinya saya mau ngobrol banyak dengan dia tapi dia langsung keatas masuk kekamarnya dan saya pun masuk ke kamar tamu. Karena sudah amat sanagt lelah sekali saya tidak terlalu memikirkannya. esoknya saya berangkat bersamanya, tidak berbasa-basi pula. habis makan kami pergi, karena merasa tidak enak saya bilang untuk menurunkan saya ditempat yang ada angkot menuju tempat ujian saya. Kemudian saya melanjutkan ke tempat ujian.
Saya pun dijemput kembali dan masih dengan wajah yang sama, tidak seantusias saya bertemu dengan dia. Saat di rumahnya pun yaaa hanya nyuruh saya makan trus langsung naik kekamarnya. Saya ngobrol sebentar dengan ibunya lalu karena sudah malam saya ijin untuk kekamar. Saya sedikit tidak enak jadinya. Saya jdai pengen cepat pagi dan pergi dari rumahnya, walau keluarganya sanagt baik.
Esoknya saya diantar lagi, tidak ada kata dan senyum kemudian saya berterima kasih kepadanya. Entah kenapa saya merasa lega sudah tidak menumpang menginap di sana lagi. Saya merasa dia jauh berubah, jauh sekali. Saya berkata kepada diri saya tidak akan menumpang lagi dirumahnya. Saya harus mengatur keuangan saya sehingga jika ada keperluan mendadak dan menginap saya tidak akan menyusahkan orang lain.
Dalam perjalan dan bahkan sampai saya membuat post ini, saya terus berpikir, ada apa dengan dirinya, kemana orang yang ramah dan murah senyum itu pergi. Sampai-sampai saya merasa tidak enak menginap di tempatnya. Saya memang tidak tahu apa yang selama ini terjadi pada dirinya. Saya mencoba berpikir positif, mungkin dia mempunyai sedikit masalah ditempat kerjanya. Tapi ya sudahlaah, saya sudah cukup berterimakasih telah diberi tempat menginap gratis.
Setelah selesai test, saya menunggu dia menjemput sampai magrib. Akhirnya dia menlpon sedang menunggu di gerbang depan. Karena sudah lama tidak bertemu, saya sangat senang sekali dong ketemu dengan wajah yang ceria padahal saya sedang sakit. Saya menyapa dia sama seperti dulu, dengan gaya ceria saya. Tapiiiii....dia biasa saja bahkan terlihat tidak antusias. Heeemmmm mungkin dia cape habis pulang kerja dan menjemput saya dimana letak rumahnya sedikit berlawanan arah dengan tempat saya dijemput. Sepanjang jalan dia tidak berbicara atau menanyakan kabar saya. Hemmmm okelah mungkin dia lelah.
Sampailah kami dirumah dia. keluarganya sudah menunggu karena mereka akan pergi dengan motor yang kami pakai. Ibu bapaknya menyambut saya seperti biasa dengan tangn terbuka dan senyum tulus. Ya, saya memang sudah mengenal keluarganya. Ibunya menawarkan makan tetapi karena saya sudah lelah dan sudah makan saya menolak secara halus. Merka pun pergi, tadinya saya mau ngobrol banyak dengan dia tapi dia langsung keatas masuk kekamarnya dan saya pun masuk ke kamar tamu. Karena sudah amat sanagt lelah sekali saya tidak terlalu memikirkannya. esoknya saya berangkat bersamanya, tidak berbasa-basi pula. habis makan kami pergi, karena merasa tidak enak saya bilang untuk menurunkan saya ditempat yang ada angkot menuju tempat ujian saya. Kemudian saya melanjutkan ke tempat ujian.
Saya pun dijemput kembali dan masih dengan wajah yang sama, tidak seantusias saya bertemu dengan dia. Saat di rumahnya pun yaaa hanya nyuruh saya makan trus langsung naik kekamarnya. Saya ngobrol sebentar dengan ibunya lalu karena sudah malam saya ijin untuk kekamar. Saya sedikit tidak enak jadinya. Saya jdai pengen cepat pagi dan pergi dari rumahnya, walau keluarganya sanagt baik.
Esoknya saya diantar lagi, tidak ada kata dan senyum kemudian saya berterima kasih kepadanya. Entah kenapa saya merasa lega sudah tidak menumpang menginap di sana lagi. Saya merasa dia jauh berubah, jauh sekali. Saya berkata kepada diri saya tidak akan menumpang lagi dirumahnya. Saya harus mengatur keuangan saya sehingga jika ada keperluan mendadak dan menginap saya tidak akan menyusahkan orang lain.
Dalam perjalan dan bahkan sampai saya membuat post ini, saya terus berpikir, ada apa dengan dirinya, kemana orang yang ramah dan murah senyum itu pergi. Sampai-sampai saya merasa tidak enak menginap di tempatnya. Saya memang tidak tahu apa yang selama ini terjadi pada dirinya. Saya mencoba berpikir positif, mungkin dia mempunyai sedikit masalah ditempat kerjanya. Tapi ya sudahlaah, saya sudah cukup berterimakasih telah diberi tempat menginap gratis.
Selasa, 20 Januari 2015
My Family
Postingan kali ini saya akan memperkenalkan keluarga saya yang sangat berharga. cekidot....
1. Of course me.....this is me
Kata teman-teman pas kuliah siiiihh saya orang yang gak jelas, aneh dan lucu tapi seiring bertambahnya usia dan bekerja sifat jadi berubah looohh jadi lebih bijak hahahaha (menurut saya..). Tapi klo kata keluarga beda lagi. mereka sering bilangnya saya ini keras kepala, pemberani, tegas, bisa diandalkan, keras, kalo ada yang gak suka langsung keliatan di muka (gak bisa sembunyiin), kalo ada masalah atau marah sama orang langsung di omongin ke orangnya langsung saat itu juga. Tapi emang keluarga tuh yang paling tau tentang saya ternyata hahahaha....Klo kata teman yang lain saya iniiihhh pendengar yang baik, pemecah masalah, ramah. Lain lagi sama murid saya (saya nyambi ngajar bimbel), mereka bilang saya lucu, rada aneh, ceplas-ceplos...yaaa namanya juga ngajar harus pinter bikin suasana cair dan gak boring apalagi ngajar kimia hiiiiihhh kadang yg denger aja serem.
ternyata saya punya banyak kepribadian euy. Tapi pernah tes psikologis ternyata saya termasuk orang koleris. Apa tuh type koleris
Kalo dipikir bener juga siiih hahahaha. Tapi sisi jeleknya gak enak banget ya, Padahal saya nih kalo ada sesuatu yang sedikit menyedihkan aja udah nangis kayak cerita hewan diperlakukan semena-mena atau orang tua dibuang anaknya atau ada anak kecil yg diperlakukan tdk wajar. Klo denger itu saya langsung nangis kayaknya. jadi gak bener2 banget tuh kelemahannya.
2. Mother alias mamake alias ibu
Kebanyakan ibu kayaknya sifatnya sama, sebagai pahlawan keluarga. Tapi bener loh mamake satu ini bener2 pahlawan buat saya walau cerewet dan bersuara cempreng tapi beliaulah yang membesarkan saya dan kakak saya seorang diri dari saya SMP. Bapake meninggal pas saya 2 SMP daaaan beruntunglah kami karena ibu bekerja, itulah yang menguatkan saya kalo cewek itu harus mempunyai penghasilan sendiri. yaaa bisa bekerja atau punya usaha asalkan punya penghasilan sendiri aja. Tapi untung juga Bapake ninggalin warisan yang lumayan buat anak2nya hehehehe.
Mamake ini kalo manggil satu anaknya nih semua bakal dipanggil, pernah kepikiran apa si mamake lupa ni anak namanya sapa gitu hahaha. Terus kalo manggil anaknya mulai dari nada bass sampai beroktaf-oktaf. Jadi kalo anaknya dableg mamake bakal manggil lebih keras lagi gak liat disitu ada orang lewat hadeeeuuuhhh.....Tapi kalo saya cerita keluh kesah saya (jiaaaaahhh bahasanya) beliau selalu memberi nasehat yg baik jadinya saya riang lagi. Bener2 the best woman for me lah.
Mamake mantan bidan, jadi kita2 jarang ke dokter soalnya mamake selalu sedia obatnya. Oh iya mamake ini klo buang gas selalu sembarangan, udah gitu keras, sering banget lagi. mending wangi ini maaaaahhh beeuuhh baunya menyebar dengan sangat cepat. Mamake rajin nanem tumbuhan...rajin nanem doaaaannngg tapi ngurus mah kagak. Dulu pas bapake masih ada beliaulah yang sering ngurus. Mamake ini klo naro apa2 suka sembarang kadang lupa naro dimana. Lap ingus mamake aja suka ketuker sama lap meja, pas udah buang ingus mamake baru nyadar kok lap ingus dia bau banget huahahahaha....sebenernya qt2 anakny udah liat mamake ngambil lap yg salah tapi qt diemin hahahahah dasarrrrr anak2 kurang ajar. Mamake juga selalu nyambung kalo ngobrol bahkan sampe nyambungnya orang lain ngobrol sama yang lain tiba2 mamake ikut nimpalin padahal gak kenal loh, itulah hebatnya mamake gak ada sambungan telponpun bakal nyambung.
3. Sistaaaa
She is my old sister. Banyak yang bilang saya gak mirip kaka saya, dan yang lebih parah saya sering disangka kakaknya whaaattttzzzz. Emang sih walaupun udah punya dua anak dia masih langsing dan cantik (kalo dia tau pasti ge-er ciiisshh). Muka saya lebih mirip bapake tapiiiii saya heran kenapa hidung mancung bapake jatuh ke kakak saya, jd cuma hidung aja saya gak mirip bapake hhhhh.
Kakak sifatnya hampir mirip sama ibu, gak enakan sama orang beda banget sama saya. Dia kalo marah susah dikeluarin tapiiiii kalo udah gak ketahan wuiiihhh ngamuknya lebih parah dari saya. Semua barang bakal jadi melayang klo dia ngamuk, kursi meja pun bakal terbang. Saya klo emang marah gak bisa ditahan langsung saat itu juga tapi klo kakak dia selalu menahan dan lama2 jd bom atom hahaha. Dia tuh lemah gemulai banget klo jalan alias lambaaaaatt, dulu embah saya bilang kakak saya klo jalan ibarat kotoran ayam aja gak akan benyek klo diinjek dia saking lemah gemulainya. Sering dibilang putri solo. Jadi kebayangkan gimana lembutnya dia. Beda banget sama adiknya yg rada urakan hihhihihi.
Saat SMA dan kuliah dia gaaaoooolll abissss. Saking gaulnya saya pernah berpikir sampe kiamatpun dia gak bakalan pake kerudung apalagi kerudung besar kayak sekarang tapi syukurlah dia dapat suami yang bisa menuntunnya kejalan benar dan keluar dari kegelapan hahahaha. Saya inget banget dulu pas dia SMA dan saya masih SMP, mamake nyuruh dia ngajak saya main tapiiiiiii dengan sadisnya dia bilang "gak mau aah ngajak lia, kayak anak kampung" dezziiinnnggg....... Masih kecil aja dia kayak bos suka nyuruh2 saya. Jadi jangan terbayang anak bungsu itu enak disayang. saya malah sering disuruh2 sama kakak. Tapi untuk urusan otak saya jagonya hahahaha apalagi itung2an utang. Jadi saya suka memanfaatkan kelemahan dia hihihihi (if u know what I mean).
4. Kei


Imut kaaan tapi jangan terpukau dengan keimutan dia. Kei ini terkenal trouble maker. Aktif banget dan gak bisa diem. Dia selalu terpukau dengan yang namanya zombie, sampai2 gak kenal tempat dimanapun dia akan berpura2 menjadi zombie saking ngefansnya.
Saya dekat sekali dengan ponakan satu ini, karena dia bisa diajak menggila bersama hahahaha. Tapi dibalik kegilaannya, dia tuh jago banget kalo ngapalin surat2 di Al-Quran. sampai surat yang panjang dan yg saya gak apalpun. MEmang sih TK nya di sekolah islam, tapi saya suka kagum sama dia yang bisa menghapal surat dan Hadist. Kadang kalau saya jalan2 naik motor sama Kei, sepanjang jalan dia melantunkan surat2 atau Hadist yang dia hapal wwoooowwww. Jadi sepanjang jalan tuh serasa pengajian hahahaha. Tapi kalau erornya udah datang hhhhhhh kadang pengen ngelempar dia kelaut gitu hahahhaa. Yaaah namanya juga anak2.
Dia ini gak maluan sama orang yang baru kenal. cewek dewasa klo ketemu dia, pengennya ngeliat lagi. Padahal kalo udah lama deket dia apalagi klo erornya dtg beeuuuhhh pusing ngeliat dia. Cita-citanya jadi polisi, paling suka film horor (serius...) klo udah liat film horor dia gak mau di ganggu padahal habis itu mah takut ke kamar mandi juga hahahaha.




5. Aisyah

Aisyah adiknya Kei, gak mirip yaaaa. Apalgi saat bayi, sama sekali gak mirip orang tuanya, sampai2 kita2 (termasuk bapaknya) nanya ke suster apakah cuma kakak saya saja yang hari itu ngelahirin mbokan ketuker hahahhaha saking gak percayanya hahahaha kasian banget tuh anak. Tapi lama2 ni udah rada besar (sekarang 1 tahun) ternyata mirip ibunya pas masih kecil. Walau idungnya diambil sama kakaknya semua alias pesek, aisyah manis banget. lucuuuuuuu......saya suka kangen kalo gak ketemu dia seharian. Orang yang ngeliat dia tuh gemes banget sma dia. Alisnya kebentuk banget itu yang bikin dia tambah cute. Kalo jalan kayak orang mabok, suka-suka dia deh kalo jalan.
Itulah sekilas tentang keluarga sayaaaa......
1. Of course me.....this is me
Kata teman-teman pas kuliah siiiihh saya orang yang gak jelas, aneh dan lucu tapi seiring bertambahnya usia dan bekerja sifat jadi berubah looohh jadi lebih bijak hahahaha (menurut saya..). Tapi klo kata keluarga beda lagi. mereka sering bilangnya saya ini keras kepala, pemberani, tegas, bisa diandalkan, keras, kalo ada yang gak suka langsung keliatan di muka (gak bisa sembunyiin), kalo ada masalah atau marah sama orang langsung di omongin ke orangnya langsung saat itu juga. Tapi emang keluarga tuh yang paling tau tentang saya ternyata hahahaha....Klo kata teman yang lain saya iniiihhh pendengar yang baik, pemecah masalah, ramah. Lain lagi sama murid saya (saya nyambi ngajar bimbel), mereka bilang saya lucu, rada aneh, ceplas-ceplos...yaaa namanya juga ngajar harus pinter bikin suasana cair dan gak boring apalagi ngajar kimia hiiiiihhh kadang yg denger aja serem.
ternyata saya punya banyak kepribadian euy. Tapi pernah tes psikologis ternyata saya termasuk orang koleris. Apa tuh type koleris
Kalo dipikir bener juga siiih hahahaha. Tapi sisi jeleknya gak enak banget ya, Padahal saya nih kalo ada sesuatu yang sedikit menyedihkan aja udah nangis kayak cerita hewan diperlakukan semena-mena atau orang tua dibuang anaknya atau ada anak kecil yg diperlakukan tdk wajar. Klo denger itu saya langsung nangis kayaknya. jadi gak bener2 banget tuh kelemahannya.
2. Mother alias mamake alias ibu
Kebanyakan ibu kayaknya sifatnya sama, sebagai pahlawan keluarga. Tapi bener loh mamake satu ini bener2 pahlawan buat saya walau cerewet dan bersuara cempreng tapi beliaulah yang membesarkan saya dan kakak saya seorang diri dari saya SMP. Bapake meninggal pas saya 2 SMP daaaan beruntunglah kami karena ibu bekerja, itulah yang menguatkan saya kalo cewek itu harus mempunyai penghasilan sendiri. yaaa bisa bekerja atau punya usaha asalkan punya penghasilan sendiri aja. Tapi untung juga Bapake ninggalin warisan yang lumayan buat anak2nya hehehehe.
Mamake ini kalo manggil satu anaknya nih semua bakal dipanggil, pernah kepikiran apa si mamake lupa ni anak namanya sapa gitu hahaha. Terus kalo manggil anaknya mulai dari nada bass sampai beroktaf-oktaf. Jadi kalo anaknya dableg mamake bakal manggil lebih keras lagi gak liat disitu ada orang lewat hadeeeuuuhhh.....Tapi kalo saya cerita keluh kesah saya (jiaaaaahhh bahasanya) beliau selalu memberi nasehat yg baik jadinya saya riang lagi. Bener2 the best woman for me lah.
Mamake mantan bidan, jadi kita2 jarang ke dokter soalnya mamake selalu sedia obatnya. Oh iya mamake ini klo buang gas selalu sembarangan, udah gitu keras, sering banget lagi. mending wangi ini maaaaahhh beeuuhh baunya menyebar dengan sangat cepat. Mamake rajin nanem tumbuhan...rajin nanem doaaaannngg tapi ngurus mah kagak. Dulu pas bapake masih ada beliaulah yang sering ngurus. Mamake ini klo naro apa2 suka sembarang kadang lupa naro dimana. Lap ingus mamake aja suka ketuker sama lap meja, pas udah buang ingus mamake baru nyadar kok lap ingus dia bau banget huahahahaha....sebenernya qt2 anakny udah liat mamake ngambil lap yg salah tapi qt diemin hahahahah dasarrrrr anak2 kurang ajar. Mamake juga selalu nyambung kalo ngobrol bahkan sampe nyambungnya orang lain ngobrol sama yang lain tiba2 mamake ikut nimpalin padahal gak kenal loh, itulah hebatnya mamake gak ada sambungan telponpun bakal nyambung.
3. Sistaaaa
She is my old sister. Banyak yang bilang saya gak mirip kaka saya, dan yang lebih parah saya sering disangka kakaknya whaaattttzzzz. Emang sih walaupun udah punya dua anak dia masih langsing dan cantik (kalo dia tau pasti ge-er ciiisshh). Muka saya lebih mirip bapake tapiiiii saya heran kenapa hidung mancung bapake jatuh ke kakak saya, jd cuma hidung aja saya gak mirip bapake hhhhh.
Kakak sifatnya hampir mirip sama ibu, gak enakan sama orang beda banget sama saya. Dia kalo marah susah dikeluarin tapiiiii kalo udah gak ketahan wuiiihhh ngamuknya lebih parah dari saya. Semua barang bakal jadi melayang klo dia ngamuk, kursi meja pun bakal terbang. Saya klo emang marah gak bisa ditahan langsung saat itu juga tapi klo kakak dia selalu menahan dan lama2 jd bom atom hahaha. Dia tuh lemah gemulai banget klo jalan alias lambaaaaatt, dulu embah saya bilang kakak saya klo jalan ibarat kotoran ayam aja gak akan benyek klo diinjek dia saking lemah gemulainya. Sering dibilang putri solo. Jadi kebayangkan gimana lembutnya dia. Beda banget sama adiknya yg rada urakan hihhihihi.
Saat SMA dan kuliah dia gaaaoooolll abissss. Saking gaulnya saya pernah berpikir sampe kiamatpun dia gak bakalan pake kerudung apalagi kerudung besar kayak sekarang tapi syukurlah dia dapat suami yang bisa menuntunnya kejalan benar dan keluar dari kegelapan hahahaha. Saya inget banget dulu pas dia SMA dan saya masih SMP, mamake nyuruh dia ngajak saya main tapiiiiiii dengan sadisnya dia bilang "gak mau aah ngajak lia, kayak anak kampung" dezziiinnnggg....... Masih kecil aja dia kayak bos suka nyuruh2 saya. Jadi jangan terbayang anak bungsu itu enak disayang. saya malah sering disuruh2 sama kakak. Tapi untuk urusan otak saya jagonya hahahaha apalagi itung2an utang. Jadi saya suka memanfaatkan kelemahan dia hihihihi (if u know what I mean).
4. Kei


Imut kaaan tapi jangan terpukau dengan keimutan dia. Kei ini terkenal trouble maker. Aktif banget dan gak bisa diem. Dia selalu terpukau dengan yang namanya zombie, sampai2 gak kenal tempat dimanapun dia akan berpura2 menjadi zombie saking ngefansnya.
Saya dekat sekali dengan ponakan satu ini, karena dia bisa diajak menggila bersama hahahaha. Tapi dibalik kegilaannya, dia tuh jago banget kalo ngapalin surat2 di Al-Quran. sampai surat yang panjang dan yg saya gak apalpun. MEmang sih TK nya di sekolah islam, tapi saya suka kagum sama dia yang bisa menghapal surat dan Hadist. Kadang kalau saya jalan2 naik motor sama Kei, sepanjang jalan dia melantunkan surat2 atau Hadist yang dia hapal wwoooowwww. Jadi sepanjang jalan tuh serasa pengajian hahahaha. Tapi kalau erornya udah datang hhhhhhh kadang pengen ngelempar dia kelaut gitu hahahhaa. Yaaah namanya juga anak2.
Dia ini gak maluan sama orang yang baru kenal. cewek dewasa klo ketemu dia, pengennya ngeliat lagi. Padahal kalo udah lama deket dia apalagi klo erornya dtg beeuuuhhh pusing ngeliat dia. Cita-citanya jadi polisi, paling suka film horor (serius...) klo udah liat film horor dia gak mau di ganggu padahal habis itu mah takut ke kamar mandi juga hahahaha.




5. Aisyah

Aisyah adiknya Kei, gak mirip yaaaa. Apalgi saat bayi, sama sekali gak mirip orang tuanya, sampai2 kita2 (termasuk bapaknya) nanya ke suster apakah cuma kakak saya saja yang hari itu ngelahirin mbokan ketuker hahahhaha saking gak percayanya hahahaha kasian banget tuh anak. Tapi lama2 ni udah rada besar (sekarang 1 tahun) ternyata mirip ibunya pas masih kecil. Walau idungnya diambil sama kakaknya semua alias pesek, aisyah manis banget. lucuuuuuuu......saya suka kangen kalo gak ketemu dia seharian. Orang yang ngeliat dia tuh gemes banget sma dia. Alisnya kebentuk banget itu yang bikin dia tambah cute. Kalo jalan kayak orang mabok, suka-suka dia deh kalo jalan.
Itulah sekilas tentang keluarga sayaaaa......
Minggu, 18 Januari 2015
Kuliah lagiiiii
Kali ini saya akan share pengalaman mendaftar magister teknik kimia ITB. Nggak kerasa udah 1 semester saya kuliah lagi yeaaaayyyy. Saat ini saya mengambil kuliah di ITB Teknik kimia "Reakayasa Proses/Process Engineer" atau disiangkat PE. PE di tekim ITB hanya ditujukan untuk yang sudah bekerja. Ternyata susah-susah gampang menjalaninya antara kuliah dan bekerja. Kuliah PE hanya hari sabtu mulai dari jam 8 sampai jam 5. Wuiiiiihhh lamanyaaaa, tapi gak berasa loh kalo dosennya enak ngajarnya apalagi enak diliat hahahhahahaha.....ujungnya deh....dasar cewek.
Sempet ragu ngelanjut kuliah ato nggak soalnya yaaaa umur belom nikah lagi haduuuuhh. Tadinya mau kuliah pas 2013 trus kata mamake (ibu) gak boleh kuliah dulu sebelum nikah tapiiiiii....jodoh tak kunjung datang hahahahaa akhirnya 2014 saya nekad kuliah lagi. Ngasih pengertian ke mamake susah-susah gampang tapi akhirnya dibolehkan juga asal pake uang sendiri hik...hik...hik...dan uang bulanan tetep ngasih hahaahha mamake...mamake....
Saya searching google fakultas tekim yang ada kelas karywannya sekitar jakarta-bandung, tentu saja UI ada tapi ternyata kuliahnya hari kerja walau jam 5 sore tapiiiii saya kerja di cilegon butuh 3-4 jam ke jakarta di tengah macetnya yg makin luaaarrrr biasah. AKhirnya saya memutuskan mengincar magister ITB. Sebenarnya syarat-syarat sudah dipersiapkan dari tahun lalu tinggal mendaftar saja. Sayarat gak terlalu berat hanya TOEFL 475 (kalo gak salah) dan TPA Bapenas 475. Silahkan buka linknya http://www.sps.itb.ac.id/ind/pendaftaran/persyaratan-magister/
Alhamdulillah semua score terlewati yeaaaaayyy. Mendaftarpun lewat online lalu mengirim berkas yang diperlukan kemudian dapat email jadwal test jurusan.
Sehari sebelum test, liat-liat contact list temen yang tinggal di Bandung dan bisa di tebengin nginep hahahaha. Akhirnya dapat tebengan nginep di rumah senior Mba Dea dan keluarga maksiiiihhh. Googling2 topik yang akan ditestkan, maklum pas S1 bukan dari tekim tapi berhubung kerja dibidang tekim jadi gak terlalu sulit memahami topik2 tekim. beberapa hari sebelumnya sih belajar disela2 kerja tapi entah kenapa pas malam sebelum test males banget buka catetan, mending tidur biar besok bisa fokus hehehehe.
Akhirnya hari test. Mulai dari test umum ada matematika (gampaaang laaah di suruh nyari nilai x, y, dan z trus soal yang lain lupa hahahaha tapi kalo anak ipa InsyaAllah lancar), ada fisika (gampang juga, Bersyukur saya juga nyambi ngajar bimbel dan pernah ngajar fisika. yang paling diinget hanya nyari gaya apung, kecepatan jatuh benda, yang lain lupa), ada kimia (nyari enthalphy yang lain lupa hahahah duh banyak lupanya soalnya dah lama sih), daaan tentu saja soal tekim (ada nyari NSPH pompa, material balance yang lain lupa juga....faktor "U" kayanya jadi banyak lupa). Lalu wawancara dengan Kaprodinya Pa Ronny. Ditanyanya beda-beda tiap peserta. Saya hanya ditanya kenapa mau kuliah lagi. Tadinya saya mau kelas reguler saja maklum biaya reguler dan PE 2x lipat hehehehe, tapi Pa Ronny memberi saran kekelas PE karena kelas PE lebih aplikatif dan mendukung para pekerja. OKeee deeeh sebelumnya saya sudah perkirakan tiap bulan harus nabung berapa.
Saat pengumuman ada juga yang tidak berhasil lolos ternyata cukup ketat juga saya kira semua bisa lolos hihihi karena saat itu gelombang ke-1, apa lagi saat melihat kelas MBA waaaaah banyak banget yang gak lolos padahal ada juga yang beasiswa. bolehlah beasiswanya lempar ke saya hehehehe.
Begitulah akhirnya saya memulai hari-hari sabtu saya berkuliah. Semangat sampai lulus.....Semoga hanya 3 semester soalnya bayarannya lumayan bangeeeeetttt....
Sempet ragu ngelanjut kuliah ato nggak soalnya yaaaa umur belom nikah lagi haduuuuhh. Tadinya mau kuliah pas 2013 trus kata mamake (ibu) gak boleh kuliah dulu sebelum nikah tapiiiiii....jodoh tak kunjung datang hahahahaa akhirnya 2014 saya nekad kuliah lagi. Ngasih pengertian ke mamake susah-susah gampang tapi akhirnya dibolehkan juga asal pake uang sendiri hik...hik...hik...dan uang bulanan tetep ngasih hahaahha mamake...mamake....
Saya searching google fakultas tekim yang ada kelas karywannya sekitar jakarta-bandung, tentu saja UI ada tapi ternyata kuliahnya hari kerja walau jam 5 sore tapiiiii saya kerja di cilegon butuh 3-4 jam ke jakarta di tengah macetnya yg makin luaaarrrr biasah. AKhirnya saya memutuskan mengincar magister ITB. Sebenarnya syarat-syarat sudah dipersiapkan dari tahun lalu tinggal mendaftar saja. Sayarat gak terlalu berat hanya TOEFL 475 (kalo gak salah) dan TPA Bapenas 475. Silahkan buka linknya http://www.sps.itb.ac.id/ind/pendaftaran/persyaratan-magister/
Alhamdulillah semua score terlewati yeaaaaayyy. Mendaftarpun lewat online lalu mengirim berkas yang diperlukan kemudian dapat email jadwal test jurusan.
Sehari sebelum test, liat-liat contact list temen yang tinggal di Bandung dan bisa di tebengin nginep hahahaha. Akhirnya dapat tebengan nginep di rumah senior Mba Dea dan keluarga maksiiiihhh. Googling2 topik yang akan ditestkan, maklum pas S1 bukan dari tekim tapi berhubung kerja dibidang tekim jadi gak terlalu sulit memahami topik2 tekim. beberapa hari sebelumnya sih belajar disela2 kerja tapi entah kenapa pas malam sebelum test males banget buka catetan, mending tidur biar besok bisa fokus hehehehe.
Akhirnya hari test. Mulai dari test umum ada matematika (gampaaang laaah di suruh nyari nilai x, y, dan z trus soal yang lain lupa hahahaha tapi kalo anak ipa InsyaAllah lancar), ada fisika (gampang juga, Bersyukur saya juga nyambi ngajar bimbel dan pernah ngajar fisika. yang paling diinget hanya nyari gaya apung, kecepatan jatuh benda, yang lain lupa), ada kimia (nyari enthalphy yang lain lupa hahahah duh banyak lupanya soalnya dah lama sih), daaan tentu saja soal tekim (ada nyari NSPH pompa, material balance yang lain lupa juga....faktor "U" kayanya jadi banyak lupa). Lalu wawancara dengan Kaprodinya Pa Ronny. Ditanyanya beda-beda tiap peserta. Saya hanya ditanya kenapa mau kuliah lagi. Tadinya saya mau kelas reguler saja maklum biaya reguler dan PE 2x lipat hehehehe, tapi Pa Ronny memberi saran kekelas PE karena kelas PE lebih aplikatif dan mendukung para pekerja. OKeee deeeh sebelumnya saya sudah perkirakan tiap bulan harus nabung berapa.
Saat pengumuman ada juga yang tidak berhasil lolos ternyata cukup ketat juga saya kira semua bisa lolos hihihi karena saat itu gelombang ke-1, apa lagi saat melihat kelas MBA waaaaah banyak banget yang gak lolos padahal ada juga yang beasiswa. bolehlah beasiswanya lempar ke saya hehehehe.
Begitulah akhirnya saya memulai hari-hari sabtu saya berkuliah. Semangat sampai lulus.....Semoga hanya 3 semester soalnya bayarannya lumayan bangeeeeetttt....
Langganan:
Postingan (Atom)